Pendahuluan

Walaupun kerjasama dengan swasta (PSP/PPP) dijalankan di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu, hanya sedikit sektor nasional yang sudah menerapkannya yaitu, generator tenaga listrik, transportasi dan comunikasi. Jasa dasar yang lain seperti air bersih, pembuangan limbah cair, dan pembuangan limbah padat masih dikerjakan oleh pemerintah daerah dan perusahaan milik pemerintah daerah. Meskipun subsidi yang besar dari pemerintah pusat selama tiga dekade terakhir, tiga sektor di atas dalam keadaan yang memperihatinkan dalam hal pengelolaan, keuangan dan penyelenggaraan. Akibatnya, partisipasi sektor swasta sangat mendesak untuk memperbaiki struktur bisnis dan pengelolaan, untuk menambah modal, dan memperbaiki kualitas dan kwantitas.

Sejajar dengan dengan Undang-Undang 22/99, tentang Otonomi daerah, pemerintah pusat menyerahkan sebagian besar dari kekuasaannya kepada pemerintah daerah, menyebabkan peranan pemerintah pusat berubah. Tapi yang terjadi di lapangan banyak pemerintah daerah tidak siap dengan tugas dan tanggung jawab yang baru. Disebabkan pada umumnya kekurangan keahlian, sumber daya teknis, kurang perencanaan, dan pengawasan. Banyak dari pemerintah daerah akan tetap tergantung sama pemerintah pusat dalam waktu yang akan datang.

Peran PERPAMSI

PERPAMSI mempunyai peran yang penting untuk membantu pemerintah daerah dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam upayanya mengembangkan kerjasama dengan swasta untuk keterlibatan yang lebih besar dari pihak swasta dalam perencanaan, pembiyaan, pembangunan dan pengoperasian dari fasilitas air bersih dan jasa kepada masyarakat kota.

PERPAMSI akan memfokuskan diri pada dua bidang dalam kerjasama dengan swasta yaitu:

  1. Menyediakan informas kepada PDAM dan pemerintah daerah tidak hanya tentang kemunkinan kerjasama dengan swasta, tapi juga pada resiko dan konsekwensinya. PERPAMSI akan mempromosikan keterbukaan untuk setiap kerjasama dengan swasta dan penawaran umum untuk semua perjanjian yang besar.
  2. Menyediakan informasi kepada investor potensial investors tentang kesempatan dan resiko dari penanaman modal dalam sektor air bersih.