PDAM Kota Semarang Tunggu Waduk Jatibarang

PDAM Kota Semarang Tunggu Waduk Jtibarang
TRIBUNJATENG.COM/WAHYU SULISTYAWAN
SIAP DIGENANGI- Proyek pembangunan waduk Jatibarang di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang siap digenangi. Foto diambil 3 Maret 2014.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pengoperasian Waduk Jatibarang tidak hanya ditunggu oleh para pelaku usaha pariwisata, tetapi juga manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta moedal Kota Semmarang. Ditemui di kantornya, Kasubag Humas dan Protkol, Saebani berharap waduk Jatibarang segeraa beroperasi. Denngan begitu, pelayanan PDAM akan meningkat drastis.

“Instalasi pengolahan air waaduk Jatibarang bisaberkapasitas 1.000 liter per detik. Rencananya akan dibangun 2017,” katanya, Kamis (20/3).

Ia menjelaskan, kapasitas itu bisa membuat pelanggan PDAM bertambah hingga 60 ribu. Selain itu, aliran air dari IPA Jatibarang bisa memperbaiki aliran yang selama ini kurang baagus. Daerah yang selama ini kurang bagus aliran airnya bisa terbantu oleh aliran air yang lebih kencang.

Saebani mengungkapkan, sembari menunggu IPA Jatibarang beroperasi, pihaknya memaksimalkan IPA yang ada. Sejak awal tahun, ia melaksanakan program sambungan rumah berpenghasilan rendah di  Semarang bagian Timur. Syaratnya yaitu daya listrik rumah tangga kurang dari 900 watt. Sekitar 3.500 sambungan baru ditargetkan selesai Juni mendatang.

Ia memanfaatkan IPA Kudu yang selama ini pengoperasiannya belum maksimal. Dengan daya produksi 1.250 liter, IPA Kudu baru beroperasi 900 liter. Sisa daya produksi itu bisa untuk menambah 3.500 pelanggan.

“Saat ini sudah selesai 70 persennya. Jika sambungan biasa warga membayar Rp 1,375 juta. Maka dengan program ini warga cukup membayaar Rp 700 r ribu,” tuturnya.

Ia menyebut daerah yang jadi sasaran samabungan baru antara lain  Keluraha Kudu, Gayamsari, kalicari, Pedurungan Kidul, Medoho, Muktiharjo Kidul hingga Sendang Utara. Tujuan utamanya tentunya untuk peningkatan kualitas hidup.

Saat ini cakupan area PDAM Kota Semarang baru sekitar 58,5 persen. Jumlah pelanggan mencapai 144 ribuan. Untuk menambah pelanggan ia juga membangun IPA Pramuka dengan kapasitas produksi 200 liter perdetik dan Ipa blorong (semarang bagian barat) dengan kapasitas sama. Masing-masing IPA itu mampu menyerap 10 ribu pelanggan. Kemungkinan beroperasi 2015.

“Kalau tahun ini kami targetkan penambahan 5.000 pelanggan,” jelasnya.

Terkait kinerja PDAM, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menilaai kerja PDAM seharusnya lebih dari itu. Ia justru mempertanyakan kenapa baru sekarang sadar akan kebutuhan air bersih. Menurutnyaa, hal itu karena  lemahnya system Management monitoring dan kontrolnya.

” selama ini masyarakat enggan mendaftar karen memilih pakai air artetiis,” tuturnya.

Ia menambahkan, pasti akan ada banyak langganan baru. Hal itu karena  setelah dilakukan penggantian meter baru, banyak ditemukan sambungan ilegal. Adanya pemutihan pemasangan sambungan baru, otomatis akan menambah jumlah pelanggan baru.

Supriyadi meminta, ada petugas-petugas  pdam yang selalu kontrol lapangan. Tugasnya, mengontrol sambungan-sambungan yang sekiranya berpotensi dicuri ataupun bocor. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.